April 26, 2026

Hebat! Warga Sinar Bulan Ubah Lahan Sempit Jadi Kebun Produktif dan Kampung Iklim

0
WhatsApp Image 2026-04-15 at 21.35.59

Sinar Bulan, viralperistiwa.com – Kelurahan Sinar Bulan terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga lingkungan melalui berbagai gerakan masyarakat. Hal itu terlihat saat sosialisasi Program Kampung Iklim (Proklim) yang dilaksanakan Dinas Lingkungan Hidup Kota Pangkalpinang bersama DLHK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (6/4/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri perangkat kelurahan, RT/RW, PKK, Kelompok Wanita Tani, kader Posyandu, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga tokoh masyarakat. Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran warga agar lebih siap menghadapi dampak perubahan iklim melalui aksi sederhana di lingkungan masing-masing.

Perwakilan DLHK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Harfiyanto, mengatakan masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Menurutnya, perubahan iklim dapat ditekan apabila warga mulai menerapkan kebiasaan ramah lingkungan dari rumah tangga.

“Mulailah dari hal kecil seperti mengurangi sampah, menanam pohon, memanfaatkan air hujan, dan menghemat energi. Jika dilakukan bersama, dampaknya akan sangat besar,” kata Harfiyanto.

Ia menambahkan, Program Kampung Iklim bukan sekadar penilaian, tetapi mendorong perubahan perilaku masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Karena itu, partisipasi aktif warga menjadi kunci keberhasilan program tersebut.

Kepala DLH Kota Pangkalpinang, Bartholomeus Suharto, meminta warga memanfaatkan lahan sempit di sekitar rumah menjadi area produktif. Menurutnya, pekarangan rumah bisa menjadi sumber pangan keluarga sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga.

“Walaupun lahannya kecil, jika dikelola baik bisa ditanami cabai, sayur, atau tanaman obat. Ini sangat membantu kebutuhan keluarga,” ujarnya.

Sekretaris Lurah Sinar Bulan, Neni Rusmini, menjelaskan bahwa masyarakat setempat telah melakukan sejumlah inovasi, seperti mengolah limbah air cucian ikan menjadi pupuk organik dan memanfaatkan minyak jelantah sebagai pembersih lantai.

“Kami bersyukur warga sangat antusias. Mereka tidak hanya menjaga kebersihan, tetapi juga mampu menciptakan produk yang bernilai manfaat,” ucap Neni.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *