April 26, 2026

Harga Mati Tanpa Toleransi, Lapas Narkotika Pangkalpinang Gaungkan Perang Total Lawan Halinar Dengan Pembacaan Ikrar Bersama

0
IMG-20260417-WA0040

Pangkalpinang, viralperistiwa.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang menggelar apel bersama yang dirangkaikan dengan deklarasi “Zero Halinar” pada Jumat (17/4/2026).

Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh Kepala Lapas, jajaran pegawai, serta sekitar 100 warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Hadir pula Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Kantor Wilayah, Dian Artanto, sebagai bentuk dukungan terhadap komitmen pemberantasan Halinar di lingkungan pemasyarakatan.

Apel ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan lapas yang bersih dari penyalahgunaan narkoba, penggunaan handphone ilegal, serta praktik pungutan liar (Halinar).

Seluruh peserta apel mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib, mulai dari penghormatan hingga pembacaan deklarasi ikrar Zero Halinar yang dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang, Novriadi.

Dalam pembacaan ikrar tersebut, ditegaskan bahwa seluruh petugas pemasyarakatan bersama warga binaan berkomitmen menjaga integritas dan menjunjung tinggi profesionalisme dalam menjalankan tugas.

Selain itu, komitmen juga diarahkan untuk mendukung visi dan misi Presiden melalui program “Asta Cita” serta implementasi “Panca Sarana Laksya Pemasyarakatan”, sekaligus menolak keras segala bentuk pelanggaran yang berkaitan dengan Halinar.

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang, Novriadi, dalam amanatnya menegaskan bahwa deklarasi Zero Halinar merupakan bagian dari instruksi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan yang harus dilaksanakan secara konsisten. Ia menekankan bahwa penyalahgunaan narkoba dan handphone di dalam lapas adalah pelanggaran serius yang tidak dapat ditoleransi.

“Deklarasi Halinar ini merupakan harga mati yang tidak boleh dilanggar. Saya mengingatkan kepada seluruh petugas agar tidak terlibat dalam penyelundupan narkoba maupun handphone. Jika ditemukan pelanggaran, tidak akan segan-segan untuk ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku,” tegas Novriadi dalam amanatnya.

Lebih lanjut, Novriadi juga mengakui bahwa masih terdapat berbagai hal yang perlu dibenahi dalam sistem pemasyarakatan. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen, baik petugas, warga binaan, maupun pihak terkait lainnya untuk bersama-sama menjaga integritas dan menciptakan lingkungan lapas yang bersih serta profesional.

“Masih banyak yang perlu kita benahi, dan ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Dengan adanya deklarasi ini, saya berharap tumbuh kesadaran dari seluruh pihak untuk menjaga integritas pemasyarakatan dengan sepenuh hati, sehingga semua dapat berjalan dengan baik,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Pengamanan Lapas (KPLP), Ziko, menegaskan pihaknya akan menjalankan instruksi pimpinan dengan tegas dalam memberantas segala bentuk pelanggaran di dalam lapas. Ia memastikan tidak ada toleransi bagi siapa pun yang terlibat dalam praktik Halinar, baik dari kalangan petugas maupun warga binaan.

“Saya selaku Kepala Pengamanan, sesuai instruksi pimpinan, akan menindak tegas segala bentuk penyalahgunaan narkotika, handphone, dan pungli. Tidak ada pengecualian, baik itu pegawai maupun warga binaan, semuanya akan diproses sesuai ketentuan,” ujar Ziko.

Senada dengan itu, Kepala Seksi Keamanan dan Tata Tertib (Kasi Kamtib), Zulfikar, menyampaikan bahwa deklarasi ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat pengawasan serta penegakan aturan di dalam lapas.

Ia menegaskan bahwa pihaknya siap menindaklanjuti setiap pelanggaran yang terjadi sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

“Setelah pembacaan ikrar hari ini, kami berkomitmen tidak ada lagi handphone, pungutan liar, dan peredaran narkoba di dalam lapas. Kalaupun ada, kami akan segera tindak lanjuti sesuai SOP. Harapan saya, Lapas Narkotika Pangkalpinang benar-benar bersih dari segala bentuk pelanggaran tersebut,” tegas Zulfikar.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, seluruh peserta apel, baik petugas maupun warga binaan, mengikuti sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen dalam mewujudkan Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang yang bersih, aman, dan berintegritas.

Deklarasi Zero Halinar ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi pemasyarakatan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *