April 26, 2026

Tradisi Nganggung Warnai Halal Bihalal Syawal di Kelurahan Keramat, Warga Tumpah Ruah

0
IMG-20260407-WA0045

Pangkalpinang, viralperistiwa — Halal bihalal dan penutupan Puasa Syawal 1447 Hijriah di Kelurahan Keramat, Kecamatan Rangkui, Kota Pangkalpinang, Senin (7/4/2027), berlangsung meriah dengan balutan tradisi khas daerah. Kegiatan ini menjadi ajang mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat setempat.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Pangkalpinang bersama jajaran, di antaranya Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra, Kabag Kesra, Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Camat Rangkui, serta Lurah Keramat. Kehadiran para pejabat ini disambut hangat oleh masyarakat yang telah memadati lokasi acara.

Antusiasme warga terlihat dari partisipasi aktif keluarga besar Kelurahan Keramat dan ibu-ibu PKK yang turut menyemarakkan kegiatan. Mereka berperan penting dalam menyiapkan rangkaian acara, termasuk hidangan yang disajikan.

Keunikan acara ini terletak pada dihadirkannya tradisi “nganggung”, di mana warga membawa dulang berisi berbagai makanan yang ditutup tudung saji. Tradisi ini menjadi simbol kekompakan dan kebersamaan masyarakat Bangka Belitung.

Suasana semakin semarak dengan deretan dulang yang tersusun rapi dan beragam hidangan khas yang menggugah selera. Selain menjadi daya tarik visual, tradisi ini juga memperkuat nilai gotong royong di tengah masyarakat.

Acara berlangsung dengan lancar dan penuh khidmat. Warga dan tamu undangan mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib, mulai dari doa bersama hingga ramah tamah yang penuh keakraban.

Perwakilan Kelurahan Keramat menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir dan berpartisipasi.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran seluruh tamu undangan dan masyarakat. Ini menjadi bukti bahwa kebersamaan masih sangat kuat di tengah masyarakat kita,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan tradisi lokal tetap terjaga dan menjadi identitas budaya yang terus diwariskan. Halal bihalal ini juga menjadi penguat hubungan sosial antarwarga dalam membangun lingkungan yang harmonis.

Penulis: Dhea

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *